دسترسی نامحدود
برای کاربرانی که ثبت نام کرده اند
برای ارتباط با ما می توانید از طریق شماره موبایل زیر از طریق تماس و پیامک با ما در ارتباط باشید
در صورت عدم پاسخ گویی از طریق پیامک با پشتیبان در ارتباط باشید
برای کاربرانی که ثبت نام کرده اند
درصورت عدم همخوانی توضیحات با کتاب
از ساعت 7 صبح تا 10 شب
ویرایش:
نویسندگان: OECD
سری:
ISBN (شابک) : 9789264235410, 9264235418
ناشر: OECD Publishing
سال نشر: 2015
تعداد صفحات: 236
زبان: English
فرمت فایل : PDF (درصورت درخواست کاربر به PDF، EPUB یا AZW3 تبدیل می شود)
حجم فایل: 8 مگابایت
در صورت تبدیل فایل کتاب Economic Consequences of Climate Change. به فرمت های PDF، EPUB، AZW3، MOBI و یا DJVU می توانید به پشتیبان اطلاع دهید تا فایل مورد نظر را تبدیل نمایند.
توجه داشته باشید کتاب پیامدهای اقتصادی تغییر اقلیم. نسخه زبان اصلی می باشد و کتاب ترجمه شده به فارسی نمی باشد. وبسایت اینترنشنال لایبرری ارائه دهنده کتاب های زبان اصلی می باشد و هیچ گونه کتاب ترجمه شده یا نوشته شده به فارسی را ارائه نمی دهد.
این گزارش یک ارزیابی کمی دقیق جدید از پیامدهای تغییرات آب و هوایی بر رشد اقتصادی تا سال 2060 و پس از آن ارائه می دهد.
This report provides a new detailed quantitative assessment of the consequences of climate change on economic growth through to 2060 and beyond.
Cover depan2_amended.pdf (p.1) buku tinjauan oecd.pdf (p.2-235) Penerbitan laporan ini berada di bawah tanggung jawab Sekretaris Jenderal OECD. Pendapat yang disajikan dan argumentasi yang digunakan di dalam laporan tidak serta-merta mencerminkan pandangan resmi negara anggota OECD. Kata Pengantar Pendahuluan Panduan Pengguna Laporan Daftar singkatan dan akronim Daftar Kode negara Data Statistik Dasar Indonesia Peta administratif Indonesia Ringkasan Eksekutif Penilaian dan Rekomendasi 1. Tren penting lingkungan: ikhtisar Memacu aksi perubahan iklim untuk mencapai target mitigasi Menyusun strategi komprehensif untuk mengatasi pencemaran udara Mengharmoniskan peraturan pengelolaan sampah dengan pelaksanaannya Membuat inventaris nasional B3 dan bahan kimia Mempercepat implementasi strategi keanekaragaman hayati Peningkatan pemantauan air tanah dan penegakan aturan perizinan Memperluas dan meningkatkan fasilitas sanitasi untuk menurunkan tingkat pencemaran air 2. Tata kelola dan pengelolaan lingkungan Koordinasi yang lebih baik diperlukan untuk pemerintahan era desentralisasi Membangun kapasitas teknis untuk penilaian lingkungan Kesenjangan data dan sanksi yang ringan menghambat penjaminan kepatuhan 3. Menuju pertumbuhan hijau Insentif berbasis pasar untuk mendukung transisi ke perekonomian hijau Menuju mekanisme “cost-reflective pricing”di sektor energi Melanjutkan pemangkasan subsidi bahan bakar fosil Menyelaraskan pajak kendaraan dengan kinerja lingkungan Membentuk komite untuk reformasi hijau yang komprehensif di bidang fiskal Investasi terkait lingkungan meningkat Meningkatkan insentif untuk investasi pengelolaan limbah, air, dan sanitasi Implementasi regulasi keuangan berkelanjutan EBT, efisiensi energi, dan transportasi berkelanjutan sebagai bidang prioritas Merencanakan perluasan EBT Terus meningkatkan efisiensi energi … …dan berinvestasi pada infrastruktur transportasi publik Menguatkan inovasi ramah lingkungan dan pasar produk hijau Menyeimbangkan fokus anggaran litbang terkait energi Peran kerja sama pembangunan dan perdagangan Menanggulangi perdagangan ilegal satwa liar 4. Hubungan antara tata guna lahan, ekosistem, dan perubahan iklim Mewujudkan penggunaan lahan yang lestari adalah kunci pertumbuhan hijau Laju deforestasi melambat, tetapi masih terhitung tinggi Kebakaran gambut dan dekomposisi gambut mendorong emisi GRK Keutuhan hutan alam penting untuk mempertahankan layanan ekosistem Koherensi antara sasaran kebijakan yang berbeda bisa ditingkatkan Alokasi lahan, perizinan, dan penegakan peraturan membaik Merampingkan proses penerbitan izin tata guna lahan Memberikan kejelasan status hukum lahan Pemetaan lahan gambut masih menantang Penguatan pemantauan kepatuhan dan penegakan hukum sebagai prioritas Kontribusi Kesatuan Pengelolaan Hutan Perangkat regulasi sangat diandalkan oleh pelbagai kebijakan yang ada Restorasi gambut dan pencegahan kebakaran lahan Mempercepat sertifikasi untuk menanggulangi konversi lahan secara ilegal Meningkatkan akses masyarakat terhadap lahan melalui perhutanan sosial dan reformasi agraria Menyelesaikan konflik kepemilikan lahan untuk memastikan perlindungan hukum melalui langkah pengendalian dan pengawasan Mengevaluasi kinerja moratorium untuk menghambat deforestasi Meningkatkan konektivitas kawasan lindung untuk menjaga keanekaragaman hayati Mewujudkan nilai jasa ekosistem Penguatan REDD+ Lebih Lanjut Catatan Daftar Referensi Bab 1. Kinerja Lingkungan: Tren dan perkembangan terbaru 1.1 Pendahuluan 1.2. Perkembangan utama bidang ekonomi dan sosial 1.2.1. Kinerja ekonomi 1.2.2. Struktur perekonomian dan ketenagakerjaan 1.2.3. Inklusivitas pertumbuhan 1.2.4. Struktur pemerintahan 1.2.5. Kependudukan dan urbanisasi 1.2.6. Kemajuan dalam mencapai Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan lingkungan hidup berkualitas 1.3. Transisi menuju perekonomian rendah karbon dengan efisiensi energi 1.3.1. Struktur, pemanfaatan, dan intensitas energi Bauran energi Penyebaran sumber-sumber EBT Permintaan dan intensitas energi Akses pada energi 1.3.2. Transportasi 1.3.3. Perubahan iklim Profil emisi GRK Target mitigasi iklim Kebijakan iklim Kerentanan dan kebijakan adaptasi terhadap perubahan iklim 1.3.4. Pencemaran udara Emisi polutan udara atmosfer Mutu udara ambien Kebijakan dan langkah utama 1.4. Transisi menuju perekonomian hemat sumber daya 1.4.1. Pengelolaan sampah Produksi, pengumpulan, dan pembuangan sampah padat kota Pencemaran plastik di laut Kebijakan dan langkah utama Bahan beracun dan berbahaya 1.4.2. Pengelolaan sektor kimia 1.4.3. Input pertanian dan perikanan Input pertanian dan nutrien Perikanan 1.5. Mengelola modal alam 1.5.1. Konteks bentang alam dan tutupan lahan 1.5.2. Keanekaragaman hayati Ekosistem hutan dan lahan gambut Ekosistem pesisir dan laut Spesies terancam Kawasan lindung 1.5.3. Pengelolaan sumber daya air Akses pada suplai air dan sanitasi Sumber daya air Mutu air Catatan Daftar referensi Annex 1.A. Statistik Regional Bab 2. Menuju Pertumbuhan Hijau 2.1. Pendahuluan 2.2. Kerangka kerja kebijakan dan kelembagaan untuk pertumbuhan hijau 2.3. Aspek lingkungan dalam perpajakan, bea, dan harga 2.3.1. Pajak terkait lingkungan: ikhtisar 2.3.2. Pajak pemanfaatan energi dan penetapan harga karbon 2.3.3. Pajak dan bea di sektor transportasi Pajak kendaraan bermotor Jalan berbayar 2.3.4. Pajak dan tarif atas ekstraksi SDA Abstraksi dan pemanfaatan air Perlakuan fiskal terhadap jenis SDA lain Migas dan pertambangan Kehutanan Perikanan 2.4. Reformasi subsidi yang merugikan lingkungan 2.4.1. Dukungan terhadap konsumsi dan produksi bahan bakar fosil Bensin dan solar Listrik Minyak tanah dan elpiji (LPG) Produksi migas dan batubara 2.4.2. Dukungan untuk produksi pertanian 2.5. Berinvestasi pada lingkungan untuk mendorong pertumbuhan hijau 2.5.1. Belanja publik untuk lingkungan hidup Alokasi anggaran untuk lingkungan hidup Perencanaan dan penganggaran hijau 2.5.2. Menyertakan aspek lingkungan ke dalam sektor keuangan 2.5.3. Investasi pada infrastruktur terkait lingkungan Investasi pada energi bersih Sektor tenaga listrik Bahan bakar nabati (BBN) Panas bumi Investasi pada efisiensi energi Investasi pada sistem transportasi berkelanjutan Investasi pada suplai air perkotaan Investasi pada pengelolaan limbah 2.6. Inovasi bidang lingkungan hidup dan pasar hijau 2.6.1. Inovasi bidang lingkungan hidup 2.6.2. Pasar hijau dan bisnis berkelanjutan Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sosialisasi kepatuhan, dan praktik hijau 2.7. Lingkungan hidup, perdagangan, dan pembangunan 2.7.1. Kerja sama pembangunan 2.7.2. Perdagangan dan lingkungan hidup Perdagangan satwa liar Catatan Daftar Referensi Bab 3. Hubungan antara tata guna lahan, ekosistem, dan iklim 3.1. Pendahuluan 3.2. Tren perubahan tata guna lahan 3.2.1. Perubahan tata guna lahan Sumber daya hutan dan lahan gambut Produksi kayu industri dan konsesi hutan Produksi pertanian Konsesi kawasan tambang Dampak perubahan iklim saat ini dan ke depan terhadap sektor berbasis pemanfaatan lahan 3.2.2. Dampak perubahan tata guna lahan terhadap lingkungan hidup Jasa ekosistem hutan Jasa ekosistem lahan gambut Pencemaran udara, tanah, dan air Emisi dari tata guna lahan, perubahan tata guna lahan, dan kehutanan 3.2.3. Peran ekonomi dan sosial sektor berbasis lahan 3.3. Meningkatkan koherensi kerangka kelembagaan dan kebijakan 3.3.1. Identifikasi trade-offs dan kesesuaian berbagai target kebijakan sektoral dengan neksus 3.3.2. Koordinasi antarlembaga di tingkat pusat 3.3.3. Lembaga daerah dan koordinasi vertikal pusat-daerah 3.4. Lingkungan kondusif bagi pengelolaan lahan secara lestari 3.4.1. Klasifikasi lahan dan hak atas lahan 3.4.2. Memperbaiki pemetaan sumber daya lahan 3.4.3. Perhutanan sosial dan reformasi agraria 3.5. Menyelaraskan tujuan dengan instrumen kebijakan 3.5.1. Instrumen peraturan perundang-undangan Kawasan lindung Moratorium Sertifikasi wajib bagi kebun kelapa sawit Sistem legalitas kayu Kepatuhan, pemantauan, dan penegakan hukum 3.5.2. Instrumen ekonomi Pembayaran jasa ekosistem Subsidi pertanian 3.5.3. Instrumen yang bersifat sukarela Sertifikasi sukarela Komitmen “tanpa deforestasi” oleh perusahaan swasta Konsesi IUPHHK-RE 3.6. Mendanai neksus 3.6.1. Transfer fiskal pemerintah 3.6.2. Dukungan internasional Catatan Daftar Referensi Coverblakang_amended.pdf (p.236)